Siapa Yang Dimaksud Dengan Ulil Amri? Buya Yahya Menjawab

Silakan dibaca artikel berjudul "Siapa Yang Dimaksud Dengan Ulil Amri? Buya Yahya Menjawab". Silakan ditonton videonya untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap. Mudah-mudahan informasi dari blog ini bermanfaat bagi semua pengunjung.



Siapa Yang Dimaksud Dengan Ulil Amri? Buya Yahya Menjawab



Judul: Siapa Yang Dimaksud Dengan Ulil Amri? Buya Yahya Menjawab
Tanggal:20 Apr 2021
Durasi: 7.12
Like:110
Bit Rate:128 kbps
Hits:2.924 x ditonton


Tonton di Youtube


Komentar:
• Hebat-Nya Ahli Tasauf Keblinger. Bisa Bahas Ulil Amri tanpa menggangu Kepentingan Toghut!?...
• MakaSeharusnya ULIL AMRI, itulah yang memilih Khalifah/Pemimpin/Penguasa...Level PresidenBahkanLevelImam Rumah Tangga/Suami...
• Komentar ini di baca oleh orang orang yang sukses dan membagiakan orang tua nya amin
• terima kasih bya
• komentarku dibaca oleh orang yg sukses di masa depan
• Ustadz jamaah mana yang benar di Indonesia ??Apa sufi, Syiah, NU, Muhammadiyah, LDII, tabligh, MTA, Salafi, wali Alfatah, persis.Kan agama pecah jadi 73...Yang masuk surga cuma satu yaitu jamaah yang berimam berlandaskan Quran Hadits.Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:بَدَأَ الإِسْلاَمُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِArtinya: “Islam datang dalam keadaan yang asing, akan kembali pula dalam keadaan asing. Sungguh beruntungnlah orang yang asing” (HR. Muslim no. 145).(وَسَيَعُودُ غَرِيبًا) بِقِلَّةِ مَنْ يَقُوم بِهِ وَيُعِين عَلَيْهِ وَإِنْ كَانَ أَهْله كَثِيرًArtinya: "Kembali dalam keadaan asing karena sedikitnya yang mau menjalankan dan saling menyokong dalam menjalankan syari’at Islam padahal umatnya banyak"..Dan Islam akan kembali asing di akhir zaman, sebagaimana awal kemunculannya. Ia tidak dikenal dengan baik kecuali oleh sedikit orang dan tidak diterapkan sesuai dengan yang disyariatkan kecuali sedikit dari manusia dan mereka asing.UMAT umumnya hanya mengetahui bahwa hilangnya ilmu dikarenakan hilangnya Ulama. Fa Insya Allah nash perkara ini mafhum di kalangan Mutholib. Nash-nash menunjukkan bahwa selain Ulama, ternyata hilangnya Keimaman adalah penyebab lenyapnya ilmu, bahkan menyebabkan hilangnya agama. Dalam hadis Addarimi Bab Tentang Hilangnya ilmu ditulis:إِنَّهُ لَا إِسْلَامَ إِلَّا بِجَمَاعَةٍ، وَلَا جَمَاعَةَ إِلَّا بِإِمَارَةٍ، وَلَا إِمَارَةَ إِلَّا بِطَاعَةٍ، فَمَنْ سَوَّدَهُ قَوْمُهُ عَلَى الْفِقْهِ، كَانَ حَيَاةً لَهُ وَلَهُمْ، وَمَنْ سَوَّدَهُ قَوْمُهُ عَلَى غَيْرِ فِقْهٍ، كَانَ هَلَاكًا لَهُ وَلَهُمArtinya: “Sesungguhnya tidak ada Islam kecuali dengan berJama’ah, dan tidak ada Jama’ah kecuali dengan kepemimpinan, dan tidak ada kepemimpinan kecuali dengan ditaati, maka barangsiapa yang kaum itu mengangkatnya sebagai pimpinan atas dasar kefahaman, maka hidup baginya dan bagi kaum tersebut tetapi barangsiapa yang kaum itu mengangkatnya bukan atas dasar kefahaman, maka kerusakan baginya dan bagi mereka.” (HR. Ad-Darimi Sunan Ad-Darimi dalam bab Dzihabul ‘Ilmi : I/79)Dengan menempatkan atsar Umar bin Khattab dalam Bab hilangnya ilmu, dapat difahami bahwa Imam Addarimy menjelaskan Keimaman sebagai penyebab hilangnya ilmu, bahkan meskipun Keimaman maujud dan dijumpai namun ketika mereka tidak faham kerusakanlah yang akan dialami UMAT ( كَانَ هَلَاكًا لَهُ وَلَهُم ) terlebih jika Keimaman tidak ada, bagaimana nanti keadaan Islam ini? Ilmu bahkan agamapun akan lenyap.Agama dibangun dari nash-nash yang terkait satu dan lainnya dan tidak bertentangan, hidupnya Islam adalah karena ilmu.Meskipun dijumpai para Amir, tapi jika bodoh akan menjadi penyebab kesesatan UMAT, bagaimana jika tidak ada Amir?إنَّ اللَّهَ لا يَقْبِضُ العِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ العِبَادِ، ولَكِنْ يَقْبِضُ العِلْمَ بقَبْضِ العُلَمَاءِ، حتَّى إذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُؤُوسًا جُهَّالًا، فَسُئِلُوا فأفْتَوْا بغيرِ عِلْمٍ، فَضَلُّوا وأَضَلُّوا.Artinya: "Sesungguhnya Allah tidaklah mencabut ilmu sekaligus mencabutnya dari hamba, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan cara mewafatkan para Ulama hingga bila sudah tidak tersisa Ulama maka manusia akan mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh, ketika mereka ditanya mereka berfatwa tanpa ilmu, mereka sesat dan menyesatkan". (HR. Bukhari).….. قَالَتْ مَا بَقَاؤُنَا عَلَى هَذَا الْأَمْرِ الصَّالِحِ الَّذِي جَاءَ اللَّهُ بِهِ بَعْدَ الْجَاهِلِيَّةِ قَالَ بَقَاؤُكُمْ عَلَيْهِ مَا اسْتَقَامَتْ بِكُمْ أَئِمَّتُكُمْArtinya: ".... Wanita itu berkata; "Apa yang membuat kami senantiasa berada di atas perkara baik ini maksudnya adalah perkara yang Allah datangkan setelah zaman jahiliyyah ini (diinul Islam)?". Abu Bakar menjawab; "Yang membuat kalian tetap di atas kebaikan adalah selagi ada Imam-Imam kalian dikalangan kalian". (HR. Bukhari)Keimaman melanjutkan tugas seperti para Nabi meramut, membimbing, mengatur, mengurus, dan mendampingi UMAT, seperti dijelaskan dalil berikut:كَانَتْ بَنُو اِسًرَاءِيلَ َتسُوْسُهُمُ اْلاَنِْبيَاءُ كُلَّمَا هَلَكَ نَبِيُّ خَلَفَهُ نَبِيّ وَاِنَّهُ لاَ نَبِيّ بَعْدي وَستَكُوْنُ خُلَفَاءُ تَكْثُرArtinya: "Bani Israil, kehidupan mereka selalu didampingi oleh para Nabi, bila satu Nabi meninggal dunia, akan dibangkitkan lagi Nabi setelahnya. Dan sungguh tidak ada Nabi sepeninggal aku. Yang ada adalah para Khalifah yang banyak jumlahnya". (HR. Muslim).فإنّ جوامع هُدَى الإسلام بعد كلمة الإخلاص السّمع والطاعة لمن ولاه الله أمركمArtinya: "Abu Bakar Asshidiq radiyallaah anhu, berkata: Tersimpulnya hidayah Islam sesudah kalimat syahadat adalah mendengar dan taat kepada seseorang yang Allah menjadikannya sebagai wali perkara kalian/ulil amri minkum".Dari nash-nash tersebut mafhum bahwa keberadaan Ulama’ dan Para Amir adalah dua golongan yang menyebabkan UMAT menjadi baik atau buruk.صنفان من الناس اذا صلح صلح الناس واذا فسد فسد الناس, العلماء والأمراءArtin: Ada dua golongan diantara UMAT manusia yang apabila keduanya baik maka akan baiklah seluruh manusia, dan bila kedua golongan ini rusak, maka rusaklah seluruh manusia, yaitu: Ulama dan Umara. (HR Ibnu Majah).Fii zamanina al aan yaitu zaman akhir Keamiran akan hilang, begitupun Ulama. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:ﻣﻦ ﺃﺷﺮﺍﻁ ﺍﻟﺴﺎﻋﺔ ﺃﻥ ﻳُﺮْﻓَﻊَ ﺍﻟﻌﻠﻢ، ﻭﻳَﺜْﺒُﺖَ ﺍﻟﺠﻬﻞُArtun: “Termasuk tanda-tanda hari kiamat adalah diangkatnya ilmu dan tetapnya kebodohan.“ (HR. Bukhari).Tolong ada yang bisa lebih menjelaskan dalil-dalil diatas ...ustadz-ustadzah semua Perhatikan dalil tentang wajibnya Baiat berikut, ini menunjukkan saking serius dan pentingnya sampai ada ancaman bagi orang yang tidak melaksanakan Baiat.مَن ماتَ بِغَيرِ إمامٍ ماتَ ميتَةً جاهِلِيَّةًArtinya: "Barangsiapa mati tidak punya Imam, jika mati, matinya keadaan Jahiliyyah". (HR. Ibni Hiban). وَمَنْ مَاتَ وَلَيْسَ فِي عُنُقِهِ بَيْعَةٌ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّة. (رواه مسلم)Artinya: "Barangsiapa mati tidak punya ikatan baiat dilehernya, maka mati Jahiliyyah". (HR. Muslim).Seorang Muslim yang membaiat seorang Imam dengan dasar Kitabullah wa Sunnah itu berarti memilih Jalan Keselamatan daripada terkena ancaman dalil tadi."Bahwa semua itu bukanlah praktek baiat".Karena praktek baiat di zaman Rasulullah SAW dengan cara berjabat tangan, dengan diwakili, ataupun kirim surat. Berdasarkan dalil: قال رسول الله: مَنْ بايَعَ إِمامًا فَأعطاهُ صَفْقَةَ يمينِهِ وثَمَرَةَ قلبِهِ فَلْيُطِعْهُ ما استطاعَ..Artinya: "Barangsiapa membaiat Imam dengan memberikan jabat tangannya dan buah hatinya, supaya taat".1.Kapan baiat nya ke Presiden ??2.Bagaimana praktek baiat ke Presiden ??3.Atas dasar apa mem-baiat presiden 5 tahunan, dasar landasan Quran dan hadits atau berlandasan hukum atau UU lintas agama dan KUHP warisan kolonial Belanda ??4. Bagian yang ikut jamaah itu orang yang beriman saja atau semua warga negara lintas agama??5. Tuntutan Rosul itu hidup dalam jamaah atau demokrasi ??6. dulu ada 2 orang dianggap khalifah yaitu abdullah bin zubair & yazid bin muawiyyah, manakah diantara mereka yg benar???
(diedit) • Ulil Amri/para Pakar/para ahli/para ustadz ustadzah/para pak guru bu guruTerdiri dariAlim Ulama/Ahli ilmu Akhirat (tatacara berIbadah)Alim Umara/Ahli ilmu Dunia (sarana prasarana, alat dan bahan dalam berIbadah)
Anda suka dengan artikel ini? Silakan bagi ke Teman Facebook Anda. [BAGI KE FACEBOOK]

Tidak ada komentar: