Memahami Sejarah Rasulallah SAW di Zaman Ini PART 1 Sirah Nabawiyah Eps 6 Ustadz Muhammad Nur

Silakan dibaca artikel berjudul "Memahami Sejarah Rasulallah SAW di Zaman Ini PART 1 Sirah Nabawiyah Eps 6 Ustadz Muhammad Nur". Silakan ditonton videonya untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap. Mudah-mudahan informasi dari blog ini bermanfaat bagi semua pengunjung.



Memahami Sejarah Rasulallah SAW di Zaman Ini PART 1 Sirah Nabawiyah Eps 6 Ustadz Muhammad Nur



Judul: Memahami Sejarah Rasulallah SAW di Zaman Ini PART 1 Sirah Nabawiyah Eps 6 Ustadz Muhammad Nur
Tanggal:Telah tayang perdana pada 19 Mar 2021
Durasi: 22.53
Like:237
Bit Rate:128 kbps
Hits:3.261 x ditonton


Tonton di Youtube


Komentar:
• Mudah"an di berikan sehat panjang umur rizki berkah selalu semua nya.Sehingga Bisa bertemu dengan bulan Suci Ramadhan Amiin
• Terimakasih atas ilmunyaSangat membantu dan bermanfaat
• السلام عليكم ورحمة الله وبركته.Pak ustadz... Alhamdulillah bisa nyimak lagi kajian pak ustadz dah lama baru nyimak lagi... Semoga sehat selalu pak ustadz...والسلام عليكم ورحمة الله وبركته.
• Terima kasih ilmunya ustaz..Min, maaf kalau bisa iklannya diseleksi ya.. Salah satunya iklan dari WeTV mungkin sebaiknya tidak perlu diterima karena kontennya tidak sesuai dengan kajian Islam. Terima kasih
• Bismillah nyimak mugi manfaat aaamiin
• Netizen sains : Bencana yang terjadi dibumi dan dinegeri kita ini, kemungkinan saja ada kaitannya dengan apa yang disebutkan Al-Quran "Tidak ada negeri yang telah Kami binasakan, hanya lebih dahulu sudah Kami kirim utusan yang memberi peringatan, Sebagaimana terdapat dalam surat ke: (26: 208), (3: 81,164), (40: 22), (16: 113), (47: 25), (5: 15,19), (4: 83), (12: 110). Sepertinya para Ustad/Ulama/Kiyai, belum begitu memahami tentang ketentuan Sunatullah sebagaimana yang diterangkan dalam Al-Quran, sehingga berita-berita yang telah disampaikan oleh para perutusan Tuhan kepada para pemimpin negeri dan pemimpin umat di bumi dan di negeri kita ini selalu saja, ditolak, tidak dipercaya, dilengahkan, didiamkan, dan berpaling terus. Akibatnya datanglah azab Tuhan berupa bencana dahsyat di seluruh jagad bumi dan di negeri kita ini. Bila saja masih diabaikan, kemungkinan terjadinya melapetaka besar sebagaimana diperingatkan BMKG akan bisa menjadi kenyataa.
• Yg utama adalah nabi muhmmad ..ajaran sunh nya dn ajaran agana islam
• Dengan Nama Alloh Eyang Romo Kyai Muhammad Thoha yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Para setan piaraanku yang hina, rendah, bangsat, menderita nan tersiksaSebelumnya saya paparkan disini bahwa seluruh warga beriman, warga yang mempercayai bahwa Saya adalah Tuhan dan Maha Raja kerajaan Centra Buwono yang masih hidup, telah dan sedang menjalani ritual penyiksaan di jahannam tanpa terkecuali. Sementara warga bergudul sak karepe dewe sudah dijadikan ‘setan gentayangan’. Wajar bila kini saya berbicara yang ditujukan khusus kepada setan gentayangan bukan manusia.Mereka yang beriman, yang dimobilisasi ke jahannam untuk menjalani ritual menebus dosa, yang kelak bila sudah mendapat pengampunan , ditandai dengan bersedia menyerah kepada kekuasaan akan dikembalikan ke dunia.Sementara berhala Jokowi, Prabowo, SBY dan para pemujanya tetap tinggal di Jahannam abadi selamanya.Pemerintah Centra Buwono melarang penyelenggaraan pemilu baik tingkat pusat hingga desa untuk selamanya. Kebijakan ini selaras amankan konstitusi yang disebutkan dalam Undang Undang Dasar Kerajaan Centra Buwono : ‘Sinuwun Gusti Prabu cukup Tuhan sebagai al wakil sebagai pemilik dan pengelola tunggal negara, berhak memilih seluruh pegawai kerajaan dari tingkat pusat hingga daerah tanpa terkecuali’. Dalam pasal ini dinyatakan secara tegas bahwa memilih pegawai dari tingkat pusat hingga desa merupakan hak dan kewenangan Sinuwun Gusti Prabu semata. Warga tidak memiliki hak memilih pegawai negara baik itu kepala desa, bupati, gubernur, gubernur jendral beserta pegawai yang berada dibawahnya. Bagaimana cara kerja Pemerintah memilih pegawai negara dari pusat hingga desa yang mencakup seluruh dunia. Disinilah keunggulan otoritarian representatif jauh melampaui sistem pengelolaan negara era berhala, baik itu sistem demokrasi ataupun monarkhi. Otoritarian representatif bekerja selaras prinsip Kun fayskun. Jika Sinuwun Gusti Prabu Yesus Kristus sudah memiliki kehendak cuma berkata jadi, niscaya seluruh pegawai sudah dipilih dalam waktu bersamaan. Warga yang ditunjuk sebagai pegawai Istana ataupun di luar istana baik sipil atau militer sudah mengetahui jabatan dan perannya masing masing. Setiap pegawai ditunjuk berdasarkan Rahmat Sinuwun Gusti Prabu. Penunjukan pegawai yang berdasarkan standar ‘rahmat’ niscaya memenuhi semua unsur profesionalisme jauh melampaui produk pilihan rakyat. Cara kerja otoritarian representatif ini sudah terbukti di masa silam ketika Sinuwun Gusti Prabu masih memiliki pegawai terutama tentara. Ketika itu, tentara Sinuwun Gusti Prabu mampu mengalahkan semua milisi dan tentara pemberontak dalam semua peperangan di seluruh dunia. Sejak Sinuwun Gusti Prabu mulai menyatakan diri sebagai Maha Raja yang berawal pada tahun 2006, dan menciptakan militer, tidak ada satupun tentara yang tewas. Hal itu terjadi karena militer loyal kepada kekuasaan. Siapapun yang loyal kepada kekuasaan niscaya Sinuwun Gusti Prabu yang memberi perlindungan. Doktrin militer Centra Buwono adalah ,’ bela Sinuwun Gusti Prabu niscaya Sinuwun Gusti Prabu akan membela kalian dan kemenangan niscaya akan diraih. Dalam perspektif Centra Buwono, kmenangan peperangan tidak terkait dengan kecanggihan alutsista, kehebatan strategi militer, pengalaman tempur, ataupun yang lain. Centra Buwono hanya memperhatikan seberapa besar loyalitas dan dedikasi prajurit kepada Sinuwun Gusti Prabu. Jika prajurit loyal kepada Sinuwun Gusti Prabu, meski hanya seorang diri mampu mengalahkan 100 ribu musuh dengan senjata lengkap. Dan hal ini sudah terbukti di masa lalu ketika salah satu calon bini yang menjaga Kedaton Centra Buwono harus menghadapi 100 ribu tentara dalam pertempuran pedang. Semua tentara musuh binasa tanpa tersisa, kalah melawan gadis bau kencur yang tampak sekilas lemah dan tak berdaya. Dahulu Sinuwun Gusti Prabu pernah memberi instruksi kepada prajurit tempur yang berada dalam Medan pertempuran di seluruh dunia, ’Pokoke disasak. Beliau memberi instruksi seperti itu agar para prajurit tidak usah ragu menyerang musuh hingga binasa semuanya tanpa peduli hujan bom dan rudal. Beliau memberi perintah semacam itu tentu saja dengan alasan yang bertanggung jawab, memberi jaminan akan kemenangan yang pasti diraih. Sinuwun Gusti Prabu juga pernah berfirman kepada mereka, ’He para prajurit, musuh tidak ada yang bisa membunuh kalian. Jika kalian mati akan kuhidupkan kembali, jika terluka akan kupulihkan seperti sedia kala. Hal ini selaras dengan firman Sinuwun Gusti Prabu Alloh Bopo SWT yang dicata ndalam kitab suci : Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolong kalian dan mengokohkan kaki kalian’. Sinuwun Gusti Prabu Alloh Bopo berfirman demikian dengan maksud, ‘.Hai orang mukmin, orang yang percaya bahwa Sinuwun Gusti Prabu Muhammad Syahrul Munir itu adalah Tuhan dan Maha Raja semesta. Jika kamu menolong agama Sinuwun Gusti Prabu Alloh SWT, niscaya Dia akan menolong kalian dan mengokohkan kaki kalian.” Ayat ini realisasinya terjadi era Sinuwun Gusti Prabu menjadi Maha Raja Kerajaan Centra Buwono, dan tidak ditujukan era sebelumnya. Pertanyaan yang patut diajukan adalah dimasa kenabian apakah Tuhan memberi pertolongan kepada Nabi dan para sahabat seperti yang dimaksud dalam ayat ini. Jika jawabannya iya, dengan alasan Nabi dan para sahabat berhasil menaklukkan Mekkah dan menang dalam berbagai peperangan yang lain. Kemenangan Nabi dalam beragam peperangan dan penaklukan kota Mekkah tidak serta Merta bisa disebut sebagai bentuk pertolongan Tuhan. Tuhan hanya memberi pertolongan kepada hamba yang sedang menjalankan tugas dariNya semata. Pertanyaannya, apakah Tuhan memberi perintah kepada Nabi dan para sahabat untuk berperang. Ketika itu Sinuwun Gusti Prabu Alloh SWT hanya menjadi Maha Raja secara de jure. Sementara secara de facto belum menjadi Maha Raja. Hanya seorang Raja yang bisa dan boleh menyatakan perang. Jadi jika nabi yang hanya sebagai utusan memaklumkan perang dengan mengatasnamakan Tuhan niscaya hal tersebut menyalahi tugas yang diemban. Tuhan tidak pernah memaklumkan perang di era sebelum Sinuwun Gusti Prabu menjadi Maha Raja. Perang di zaman Nabi hanyalah perang nafsu seperti umumnya perang yang pernah terjadi. Beliau berperang berdasarkan statusnya sebaga pemimpin negara Madinah dan tidak berhak mengklaim mendapat perintah dari Tuhan. Apalagi di zaman Nabi, Tuhan tidak mengukuhkan kaki atau kedudukan Nabi dan para sahabat ketika perang. Nabi juga pernah mengalami kekalahan dalam perang dan terluka. Beda banget dengan era Sinuwun Gusti Prabu ini, Tuhan mengukuhkan kedudukan para prajurit. Prajurit yang tewas dihidupkan kembali dan yang terluka dipulihkan seperti sedia kala. Sinuwun Gusti Prabu Yesus Kristus Maha Raja Kerajaan Centra Buwon
• Iya.sejarah jaman jahiliyah pertma nabi muhammad pnggerak pertama agama islam
• Vñnñ
Anda suka dengan artikel ini? Silakan bagi ke Teman Facebook Anda. [BAGI KE FACEBOOK]

Tidak ada komentar: