Meneladani Akhlak Rasulullah SAW Syekh DR. Muhammad Darwis Maulid Akbar 1443H/2021

Berikut adalah artikel dan video mengenai "Meneladani Akhlak Rasulullah SAW Syekh DR. Muhammad Darwis Maulid Akbar 1443H/2021". Silakan ditonton videonya agar mendapatkan informasi yang lengkap. Semoga informasi dari blog ini bermanfaat adanya untuk semua pengunjung.



Meneladani Akhlak Rasulullah SAW Syekh DR. Muhammad Darwis Maulid Akbar 1443H/2021



Judul: Meneladani Akhlak Rasulullah SAW Syekh DR. Muhammad Darwis Maulid Akbar 1443H/2021
Tanggal:23 Okt 2021
Durasi: 25.13
Like:206
Bit Rate:128 kbps
Hits:5.113 x ditonton


Tonton di Youtube


Komentar:
• Alhamdulillah.. Sehat selalu guru. Semoga jadi ilmu yang bermanfaat buat kita semua. Aamiin. Shufot nya/ Bantuannya kaka" semuanya, Buat channel islami kami, dan doanya buat Santri" disini, moga selalu di sehatkan. Aamiin. Yaalloh.
• Masyaa Allah Alhamdulillah
• Baarokallooh... Allohumma sholli alaa sayyidina muhammad...
• Alhamdulilah nyimak..... Allahuma shollialla Muhamad
• Sollualannabi..
• Masyallah
• Allahhuma sholi ala sayidina muhammad wa ala ali sayidina muhammad
• ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH
• Alhamdulillah Sangat Bermanfaat. Terima kasih KH Buya Yahya Dan Syekh Muhammad Darwis yg di Mulyakan ALLAH SWT.
• Alhamdulillah menyimak.

• السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
• hadir subscriber baru
• Alhmdllh, mugi bisa sowan beliau d Cianjur
• Breaking NewsMemperingati hari jadi 7 tahun kekalahan telak JOKOWI dalam pilpres 2014Dengan Nama Sinuwun Gusti Prabu Alloh Bopo yang Maha Pengasih lagi Maha PenyayangPara setan gentayangan, piaraanku yang hina, rendah, bangsat, tersiksa nan menderitaIni video dokumenter tragedi pembantaian terhadap Kanselir Jerman Angela Dorothea Merkel yang dilakukan pasukan pro Sinuwun Gusti Prabu pada tahun 2008 silam.Video ini ditayangkan dalam rangka memperingati hari jadi 7 tahun kekalahan telak JOKOWI dalam pilpres 2014.Peringatan ini sangat penting diselenggarakan dalam rangka mengingatkan warga bahwa Jokowi tidak pernah terpilih sebagai Presiden RI. Apalagi Jokowi keburu tewas dalam tragedi berdarah yang terjadi beberapa bulan sebelum pilpres 2014 terselenggara.Jika warga bersedia mengingat dan memahami fakta tersebut niscaya di masa depan warga tidak mudah terpengaruh oleh propaganda hoax media massa.Prinsip warga yang harus dipegang agar tidak terpengaruh berita hoax adalah, Biarlah media massa berkoar koar ‘hidup jokowi’ di dunia maya, namun di dunia nyata sekali Jokowi binasa niscaya akan tetap binasa untuk selamanya .Warga harus mampu bersikap bijak dalam menghadapi intrik dan kebohongan media massa. Warga tidak perlu marah atau membenci perilaku media massa. Justru warga harus bisa menunjukkan rasa kasihan, empati, simpati dan kepedulian atas penderitaan dan sakit hati yang mereka alami. Harapannya semoga di masa depan semua derita dan sakit hati yang mereka alami kian siknifikan, bisa mengantarkan ke tempat peristirahatan terakhir di negeri jiran jahannam, amin.Angela Merkel merupakan politikus dan mantan ilmuwan peneliti Jerman yang menjabat sebagai Kanselir Jerman dalam waktu yang cukup singkat, sejak tahun 2005 hingga ajal menjemput pada tahun 2008.Merkel pernah menduduki beberapa jabatan penting, sebagai wakil juru bicara untuk kabinet Jerman Timur, anggota parlemen (Bundestag) Menteri Perempuan dan Pemuda pada tahun 1991 di bawah pemerintahan Kanselir Helmut Kohl, lalu Menteri Lingkungan tahun 1994. Setelah Kohl dikalahkan tahun 1998, ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal CDU. Tahun 2000, Merkel diangkat menjadi ketua partai CDU.Fakta seperti itu tentu saja berbeda dengan propaganda media massa yang mempublikasikan berita hoax seakan akan dia bisa melanjutkan kariernya sebagai Kanselir Jerman sampai tahun 2021.Merkel dianggap sebagai pemimpin de facto Uni Eropa. Majalah Forbes memilihnya sebagai wanita paling berkuasa di dunia selama 9 kali berturut turut. Sementara Majalah Time memilihnya sebagai Person of the Year dengan julukan ‘Kanselir Dunia Bebas.Berita hoax semacam itu terlihat sangat menyakinkan karena didukung dengan banyaknya video animasi yang menguatkan pemberitaan tersebut. Sayangnya, karier politik Merkel yang cemerlang tidak mampu membuatnya bisa hidup tenang nan bahagia, sejak kehadiran Kerajaan Centra Buwono di Jerman.Dia merasa frustrasi , meninggalkan dunia politik dan mengasingkan diri ke negeri Jiran Jahannam. Pasca kepergian Merkel, Jerman mengalami kekosongan kekuasaan. Para politisi Jerman juga merasakan hal serupa, enggan mengelola negara.Sinuwun Gusti Prabu melihat fakta seperti itu lantas berinisiatif mengisi kekosongan kekuasaan dengan menunjuk calon bini sebagai gubernur, menggantikan posisi Merkel.Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi bila suatu negara dibiarkan berlarut larut tanpa ada pemimpin. Sudah pasti kekacauan akan melanda seluruh negeri.Kesediaan Beliau mengambil alih kekuasaan pantas mendapat apresiasi positip dari berbagai fihak terutama warga yang concern dengan nasib Jerman di masa depan.Andai ada sebagian warga yang memandang negatif pengambil alihan kekuasaan tersebut, mungkin lebih disebabkan kurangnya pemahaman terhadap kondisi Jerman kala itu. Nasib Merkel memiliki kemiripan dengan nasib Sby. Saat keduanya masih berkuasa sebagai pemimpin, media massa menyanjung setinggi langit Media massa memang melakukan kritik namun kritik yang dilontarkan hanya sebatas ‘drama yang dibuat untuk menaikkan pamor keduanya sebagai pemimpin di mata warga. Sayangnya pasca keduanya binasa, media massa bersikap sebaliknya menghinakan dan memfitnahnya sebagai hantu gentayangan di dunia maya. Media massa melakukan itu dalam rangka melakukan kudeta, mengambil alih kekuasaan negara secara terselubung.Media massa merancang semua kebijakan pengelolaan negara dengan memanfaatkan figur ‘imaginatif’ yang dikenal sebagai hantu Merkel ataupun hantu Sby.Cara licik tersebut memiliki beberapa keuntungan. Pertama, bisa menghambat laju kemenangan Kerajaan Centra Buwono. Asal warga masih mempercayai bahwa Merkel dan Sby masih hidup niscaya Kerajaan Centra Buwono akan kalah dengan sendirinya.Kedua, kudeta atau pengambil alihan kekuasaan negara bisa terealisasi tanpa kekerasan, cuma modal ngibul doang.Mungkin media massa memiliki semboyan, Penguasa sejati tidak perlu tampil di depan, cukup menjadi pengendali setiap kebijakan negara dari balik layar’. Warga Jerman seharusnya bergembira dan bersyukur kepada Sinuwun Gusti Prabu yang telah membuka kedok kejahatan media massa, yang melakukan kudeta secara licik nan pengecut seperti itu.Dalam kesempatan ini, Pemerintah Centra Buwono ingin menjelaskan firman Tuhan dalam al quran, ‘Kitab itu (dzalika) tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa.(yaitu) orang-orang yang beriman kepada yang gaib (bi alghoibi), yang mendirikan shalat (yuqimuna al sholata) , dan menafkahkan (yunfiqun) sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.Dan mereka yang beriman kepada kitab yang telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin dengan masa depan’ .Seperti yang sering dijelaskan bahwa semua ayat dalam kitab suci hanya menceritakan kebijakan Sinuwun Gusti Prabu Alloh Eyang Bopo Swt dalam mengelola Kerajaan Centra Buwono , termasuk ayat ini.Kata ‘dzalika’ secara bahasa memiliki arti ‘itu, sebagai pembeda dari kata ‘hadza yang artinya ‘ini.Jika kata ‘dzalika’ memiliki arti ‘itu’ niscaya kitab yang dimaksud dalam ayat tersebut bukan al quran. Baginda Gusti Kanjeng Rosululloh Muhammad Syahrul Munir SAW dalam suatu kesempatan memberi penjelasan, ‘He bani israil, bani hasyim, janganlah kalian menafsirkan ayat Al quran sesuka hati tanpa ilmu. Sungguh jika itu dilakukan niscaya kalian akan tersesat, jauh dari petunjuk. Simak baik baik, Maksud kitab itu (dzalika al kitabu) di awal surat al baqoroh adalah semua penjelasan Sinuwun Gusti Prabu Alloh Swt kepada warga Kerajaan Centra Buwono. Kalian tidak boleh menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan kitab itu adalah al quran (HR Bocah Angon)Selaras dengan muatan hadis Nabi ini maka kata ‘dzalika al kitab hanya bisa diartikan sebagai aneka penjelasan Sinuwun Gusti Prabu yang diberikan kepada warga Centra Buwono.Kitab tersebut mengandung kebenaran absolut, menjadi petunjuk bagi warga yang memiliki rasa takut.Kata ‘al ghoibi’ secara bahasa memiliki arti kegaiban, yang gaib atau yang tidak kelihatan.Dalam ayat tersebut, kata ‘al ghoibi’ merupakan kata keterangan, yang menjelaskan eksistensi Sinuwun Gusti Prabu Alloh Bopo swt.Maksud kalimat tersebut adalah , warga yang beriman bahwa Sinuwun Gusti Prabu Alloh Bopo Swt yang tidak kelihatan adalah Tuhan dan Maha Raja Centra Buwono....Kalimat ‘menegakkan sholat (yuqimuna al sholata) maksudnya menghaturkan sembah, sungkem dan bakti kepada Sinuwun Gusti Prabu Alloh, tidak boleh diartikan sebagai perintah sholat lima waktu.Dan kalimat mereka menafkahkan’ (yunfiqun) maksudnya adalah membayar upeti sebesar 20% dari pendapatan, bukan sedekah kepada fakir miskin yang bersifat sukarela.Beliau menolak kunjungan warga yang belum bersedia menyerah dengan menghaturkan sembah, sungkem, bakti dan upeti.Warga yang belum menyerah niscaya akan bersikap kurang ajar. Idealnya, andai warga berjumpa Beliau maka warga harus membungkukkan badan atau segera duduk di bawah, menundukkan pandangan seperti orang sholat.Dalam ayat tersebut Sinuwun Gusti Prabu Alloh Eyang Bopo Swt bermaksud berfirman,‘Syahrul puteraku, ketahuilah bahwa Kitab itu (dzalika) yaitu semua penjelasan yang kamu berikan kepada warga Centra Buwono mengandung kebenaran mutlak, tidak ada keraguan isinya, menjadi petunjuk bagi warga yang bertakwa.(yaitu) warga yang beriman/ percaya bahwa Sinuwun Gusti Prabu Alloh Eyang Bopo Swt yang tidak tampak (bi alghoibi) adalah Tuhan dan Maha Raja semesta, bersedia menghaturkan sembah, sungkem, bakti, dan membayar upeti dari sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.Dan warga yang beriman kepada kitab yang telah diturunkan kepadamu dan kitab yang telah diturunkan sebelum kamu seperti alquran, injil, taurot, zabur dll, serta mereka yakin dengan masa depan yang lebih baik.Gimana aksi keren pasukan pro Sinuwun Gusti Prabu mengeksekusi Merkel sekeluarga , dan detik detik pengumuman KPU mengenai hasil pilpres 2014, simak videonya.Sinuwun Gusti Prabu Yesus Kristus Tuhan dan Maha Raja Kerajaan Centra Buwono
• P
Anda suka dengan artikel ini? Silakan bagi ke Teman Facebook Anda. [BAGI KE FACEBOOK]

Tidak ada komentar: