Dalil Anjuran Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW Syekh DR. Ali bin Ismail Al-Qudaimi

Berikut adalah artikel dan video mengenai "Dalil Anjuran Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW Syekh DR. Ali bin Ismail Al-Qudaimi". Silakan ditonton videonya agar mendapatkan informasi yang lengkap. Semoga informasi dari blog ini bermanfaat adanya untuk semua pengunjung.



Dalil Anjuran Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW Syekh DR. Ali bin Ismail Al-Qudaimi



Judul: Dalil Anjuran Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW Syekh DR. Ali bin Ismail Al-Qudaimi
Tanggal:16 Okt 2021
Durasi: 24.39
Like:187
Bit Rate:128 kbps
Hits:6.372 x ditonton


Tonton di Youtube


Komentar:
• Alhamdulillah semoga bermanfaat bagi yg blm phm
• Buya Yahya sang penyejuk hatiku..
• Allahuakbarrr
• jazakalloh khoer ilmunya ustad, izin menyimak dari saya yang awam

• Asalamualekum warohmatullohiwabarokatuh dari UAE hadir nyimak barokalloh
• PULAU GILI KETAPANG, PROBOLINGGO, JAWA TIMUR..🇮🇩
• Kaya suara nya husein

• Breaking NewsMemperingati hari jadi 13 tahun tragedi pembantaian terhadap semua anggota MPR RI periode 2004 - 2009Dengan Nama Sinuwun Gusti Prabu Alloh Bopo yang Maha Pengasih lagi Maha PenyayangPara setan gentayangan, piaraanku yang hina, rendah, bangsat, tersiksa nan menderitaIni video dokumenter tragedi pembantaian yang dilakukan pasukan pro Sinuwun Gusti Prabu terhadap Raja Abdulloh beserta keluarga.Video ini ditayangkan dalam rangka memperingati hari jadi ke 13 tragedi gugurnya semua anggota MPR RI periode 2004 - 2009. Abdulloh adalah Raja Arab Saudi keenam, berkuasa secara resmi mulai 3 januari 2005 sampai ajal menjemput pada tahun 2008. Dia menjadi Raja Arab Saudi dalam waktu yang cukup singkat, sekitar 3 tahun. Hanya saja sejak 1995, dia telah tampil sebagai penguasa de facto, mewakili peran Raja Fahd yang mengalami gangguan kesehatan akibat stroke.Sejak muda Abdullah yang masih bergelar Pangeran, dikenal sangat kuat memegang ajaran agama dan berjiwa nasionalis sejati. Ia mendapat pendidikan dari para ulama senior Arab Saudi di bidang agama, sejarah, politik, dan yang lain.Abdullah juga pernah menjabat sebagai Perdana Menteri dan Komandan Dewan Garda Nasional, Wakil Presiden High Council for Petroleum and Minerals, Presiden King Abdulaziz Centre for National Dialogue, Wakil Pimpinan Council of Civil Service, dan anggota Military Service Council dll.Sayangnya prestasi politik dan militer yang gemilang Abdulloh harus tercoreng dengan berita hoax pasca kematiannya.Media massa mempropagandakan Abdulloh menerima berbagai gelar kehormatan dalam dunia pendidikan dalam berbagai kunjungannya ke luar negeri seperti ke Indonesia, Pakistan ataupun Mesir.Sederetan gelar tersebut antara lain, Doktor Honoris Causa Bidang Perdamaian dan Kemanusiaan dari Universitas Indonesia, Doktor Honoris Causa Bidang Politik dan Pelayanan Masyarakat dari Universitas Islam Internasional Islamabad, Doktor Honoris Causa Bidang Pelayanan Islam dari Universitas Al-Azhar.Pertanyaannya logiskah Abdulloh yang tercatat sudah lama hengkang ke negeri jiran Jahannam bisa melakukan lawatan ke luar negeri untuk menghadiri penerimaan berbagai gelar kehormatan dalam bidang pendidikan.Bahkan media massa juga meneruskan drama hoaxnya dengan memberitakan kematian Abdulloh pada hari jumat 23 januari 2015 dalam usia 90 tahun.Mengapa media massa tidak melanjutkan berita hoax tersebut hingga usia Abdulloh mencapai usia 100 tahun misalnya agar pemujaan sebagai Tuhan Berhala di Arab Saudi kepada Abdulloh kian kuat. Atau media massa memiliki rencana lain, memunculkan Faisal sebagai figur Raja baru sebagai pengganti Abdulloh, yang dianggap lebih tepat untuk menghambat laju supremasi Sinuwun Gusti Prabu yang telah terpilih sebagai Presiden Arab Saudi hasil pilpres 2014.Sayangnya Faisal juga ikut tewas dalam tragedi tersebut, enggan menggantikan posisi Abdulloh sebagai Raja, memberi kesempatan kepada Sinuwun Gusti Prabu untuk sebagai Raja, mengambil alih kekuasaan dan memimpin Arab Saudi.Nasib Abdulloh memang sial, sudah lama mati, menderita beragam siksaan Jahannam namun namanya masih dicatut dan dipuja sebagai Raja Arab Saudi. Nasib buruk Abdulloh memiliki kemiripan dengan nasib si anak sapi Jokowi yang dipuja sebagai Presiden RI meski sudah binasa pra pilpres 2014.Bedanya Abdulloh jauh lebih beruntung karena terlahir sebagai anak Raja dan pernah mencicipi indahnya menjadi Raja Arab Saudi meski dalam waktu yang relatif singkat. Sementara Jokowi tidak pernah merasakan indahnya sensasi sebagai Presiden RI, keburu tewas sebelum pilres 2014 terselenggara.Disamping itu, warga Arab Saudi juga memiliki keberuntungan lebih ketimbang warga Jawa. Mereka bisa merasakan kebahagiaan dan kenangan indah tersendiri ketika Abdulloh masih menjadi Raja, Andai anak cucu bertanya kepada mereka tentang romantisme hidup dibawah kekuasaan Raja Abdulloh niscaya banyak hal indah yang bisa diceritakan.Sebaliknya warga Jawa, romantisme terhadap Jokowi sebagai Presiden RI niscaya tidak bisa dijumpai. Alasannya sudah jelas, Jokowi yang sudah menjadi bangkai mengalami kekalahan telak dalam pilpres 2014. Andai anak cucu warga jawa bertanya tentang romantisme selama berada di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi, niscaya mustahil bisa menjawab pertanyaan simple tersebut.Mungkin mereka akan kehabisan kata kata karena tidak ada materi yang bisa diutarakan, hanya bisa ‘plonga plongo, Kembali ke topik, Abdulloh harus binasa karena ulah pasukan pro Sinuwun Gusti Prabu yang tidak suka dengan kiprah politiknya sebagai Raja di Arab Saudi.Apalagi dia adalah seorang nasionalis sejati, cinta mati terhadap negaranya. Niscaya dia akan senantiasa menolak kehadiran Kerajaan Centra Buwono di tanah Arab meski hanya mendapatkan dukungan dari militer yang lemah. Implikasinya, suka atau tidak, pasukan pro Centra Buwono bisa dengan mudah menggulung militer pro Kerajaan Arab Saudi dan mengeksekusi mati Abdulloh.Kematian Abdulloh memang sangat tragis, seorang Raja dari negara yang kaya minyak, harus mati gara gara ulah pelor nyasar. Apakah ideologi nasionalis yang dipegang menjadi sebab utama pelor tega secara brutal nyasar ke tubuhnya. Ini adalah pertanyaan yang cukup mengelitik untuk dikaji bagi warga yang masih penasaran akan tragedi memilukan yang menimpa Abdulloh. Pertanyaan serupa juga bisa diajukan atas kematian Prabowo ataupun Jokowi pra pilres 2014. Fakta kematian Abdulloh, Jokowi , Prabowo , Sby dan tokoh politik lainnya bisa menjadi bukti bahwa pelor, bom atau amunisi sangat menyukai figur pro nasionalis. Beragam amunisi tanpa rasa sungkan menyatakan cinta dengan menyusup ke tubuh mereka.Dalam perspektif otoritarian, pembantaian terhadap Abdulloh dan keluarga selaras prinsip dasar keadilan diskriminatif dalam upaya penegakan HAT.Sinuwun Gusti Prabu berhak dan berwenang penuh membinasakan Abdulloh selaras tujuan kekuasaan, agar perdamaian abadi segera terealisasi selaras harapan.Terlebih dalam pandangan Centra Buwono, Abdulloh adalah seorang teroris , lebih tepatnya raja teroris di tanah Arab.Penegakan HAT semacam ini memang menjadi kebijakan resmi Pemerintah Kerajaan Centra Buwono. Centra Buwono secara tegas menghapus penegakan keadilan berdasarkan prinsip HAM, prinsip yang membela kepentingan warga dan mengabaikan serta menganulir kepentingan Tuhan .Dalam kesempatan ini Pemerintah Centra Buwono mengucapkan rasa terima kasih sebesar besarnya serta memberi apresiasi positip kepada warga karena bersedia kalah dalam pertarungan melawan supremasi Sinuwun Gusti Prabu.Kalah merupakan satu kata yang mudah diucapkan namun sangat menyakitkan, sehingga selalu ingin dihindari dalam setiap level pertarungan. Hanya saja keinginan tidak harus menjadi kenyataan. Beliau berharap warga bersedia mengalami kekalahan secara terus menerus dalam pertarungan melawan Centra Buwono.Jika warga sudah merasakan beragam varian kekalahan niscaya akan tumbuh kesadaran perihal pentingnya menyerah kepada Sinuwun Gusti Prabu.Abaikan doktrin orang tua, guru, kyai, ataupun yang lain agar warga ‘pantang menyerah’. Doktrin pantang menyerah merupakan doktrin yang bertentangan dengan nilai ketuhanan yang maha esa.Pengakuan terhadap nilai ketuhanan mengharuskan warga untuk memperhatikan adanya peran tunggal Tuhan dalam semua aspek.Seperti yang pernah terjadi dalam sejarah Indonesia silam yang mengakui Pancasila sebagai dasar negara. Ketuhanan yang maha esa merupakan Sila pertama Pancasila. Hanya saja Tuhan tidak mendapat peran sama sekali dalam praktik kehidupan bernegara.Penguasa dengan dukungan warga yang menjadi penentu tunggal dinamika politik dalam sejarah bangsa Indonesia.PKI atau partai berbasis ideologi komunis, Partai berbasis nasionalis, Partai berbasis agama, Partai berbasis ideologi berhalais memegang peranan penting dalam sejarah perpolitikan Indonesia.Warga harus bersedia menyerah secara sukarela berdasarkan rahmat agar cita cita meraih kedamaian terealisasi.Kitab suci menegaskan perihal pentingnya penyerahan, Dan barangsiapa mencari agama selain islam, dia tidak akan diterima, dan di masa depan dia termasuk orang yang rugi.Ayat ini hanya menjelaskan realita kebijakan Tuhan di era ini bukan era sebelumnya.Eksistensi agama kristen, yahudi, hindu, budha, konghucu, kejawen, kebatinan, ataupun agama Muhammad Putera Kyai Abdulloh ditolak. Semua agama tersebut menolak penyerahan sebagai syarat utama dalam proses peribadatan, otomatis memiliki corak sesat dan menyesatkan.Anehnya di negara Indonesia silam, semua agama diklaim selaras dengan nilai ketuhanan yang maha esa. Negara memberi jaminan kepada tiap warga untuk beribadah sesuai agama dan keyakinan yang dianut. Wajar bila kemudian konflik antar agama seringkali terjadi tanpa bisa dihindari.Sinuwun Gusti Prabu tidak menginginkan fenomena buruk semacam itu terjadi lagi. Kehidupan yang rukun, damai nan tentram bisa tercipta manakala warga hanya memeluk satu agama. Oleh karena itu, Centra Buwono hanya mengakui agama islam sebagai agama resmi dan membasmi semua agama lain hingga akar.Dalam ayat ini, Sinuwun Gusti Prabu Alloh Bopo Swt bermaksud berfirman, ‘Syahrul puteraku katakan kepada warga Centra Buwono, Dan barangsiapa mencari agama selain islam, dia tidak akan diterima, dan di masa depan ketika konstitusi Centra Buwono ditegakkan sebagaimana mestinya dia termasuk orang yang rugi karena harus menerima pidana mati".Gimana aksi keren pasukan pro Sinuwun Gusti Prabu mengeksekusi Abdulloh sekeluarga , dan aksi heroik anggota MPR RI saat ajal tiba, simak videonya.Sinuwun Gusti Prabu Yesus Kristus Tuhan dan Maha Raja Kerajaan Centra Buwono
Anda suka dengan artikel ini? Silakan bagi ke Teman Facebook Anda. [BAGI KE FACEBOOK]

Tidak ada komentar: