Bolehkah Salah Satu Ahli Waris Membeli Rumah Peninggalan Orang Tua? Buya Yahya Menjawab

Berikut adalah artikel dan video mengenai "Bolehkah Salah Satu Ahli Waris Membeli Rumah Peninggalan Orang Tua? Buya Yahya Menjawab". Silakan ditonton videonya agar mendapatkan informasi yang lengkap. Semoga informasi dari blog ini bermanfaat adanya untuk semua pengunjung.



Bolehkah Salah Satu Ahli Waris Membeli Rumah Peninggalan Orang Tua? Buya Yahya Menjawab



Judul: Bolehkah Salah Satu Ahli Waris Membeli Rumah Peninggalan Orang Tua? Buya Yahya Menjawab
Tanggal:27 Sep 2021
Durasi: 2.59
Like:301
Bit Rate:128 kbps
Hits:13.800 x ditonton


Tonton di Youtube


Komentar:
• Yg wkt nya lgi nyantai kita belajar ngaji iqra bareng yuk....pelan pelan aja insya ALLAH akn smpe ke AL QURAN
• Syukron Buya atas ilmunya.
• Assalamualaikum Buya maaf sebelum nya saya mau bertanya bagaimana hukum nya jual beli online pakaian dengan metode COD,, karena ada yang menjelaskan bahwa itu termasuk jual beli fasid. Terimakasih buya
• Dan setelah 10 tahun melunasi harga tanah naik 4x lipatDan terjadilah perang saudara sengketa tanah
• Barokallah
• .Trima kasih buya.
• Jambi nyimak Buya...
• Bolehkah salah satu ahli waris membeli peninggalan rumah orangtuanya? Akan tetapi, yang harus digarisbawahi, keadaan salah satu ahli waris yang membelinya itu keadaan agamanya murtad, kurang menghargai dan menghormati orang tuanya sendiri, dan tujuan membelinya itu pula, bertujuan memberikan haknya kepada orang yang memang tak memiliki hak waris secara agama Islam dan secara peraturan perundangan di NKRI.
• Hadir menyimak
• Breaking newsDengan Nama Sinuwun Gusti Prabu Alloh Bopo yang Maha Pengasih lagi Maha PenyayangPara setan gentayangan, piaraanku yang hina, rendah, bangsat, tersiksa nan menderita Ini video ketika Pemerintah melancarkan operasi ‘Balita Pawai Pita’ , Bantai Polisi, Tentara, Pegawai dan Sipil bersenjata yang ditayangkan secara live streaming selama 2 jam.Operasi Balita Pawai Pita yang dilaksanakan hari ini diharapkan bisa membinasakan semua teroris yang tersisa.Pemerintah Centra Buwono meminta dengan sangat dan mendorong kepada warga yang masih menolak kehadiran Sinuwun Gusti Prabu sebagai Tuhan dan Maha Raja semesta agar secara sukarela bermigrasi ke Jahanam.Tentunya permintaan ini sangat wajar terkait dengan upaya Pemerintah untuk menghapus segala hal yang berbau kontra revolusi dan anti otoriarian, layak mendapat apresiasi positip dari berbagai pihak yang concern dengan sistem berhalaisme. Warga yang telah bertekad untuk bermigrasi diharapkan agar membawa bekal dan persiapan yang cukup untuk menjalani kehidupan baru di negeri Jahannam terutama dalam segi mental.Memang hidup di negeri Jahannam tidak mudah bahkan bisa dibilang teramat berat.Namun medan yang berat bukan suatu masalah berarti karena beragam fasilitas pendukung sudah tersedia tanpa dicari.Para migran mendapat layanan VVIP niscaya akan betah tinggal di sana dan enggan balik ke dunia terutama bagi aktifis gerakan demokrasi, humanisme , berhalaisme ataupun anti otoritarian.Kondisi serba berkecukupan dengan layanan VVIP berupa beragam siksaan seperti itu nampaknya telah dijalani Sby, Prabowo dan Jokowi. Mereka tinggal di sana bersama seluruh anggota keluarga, menikmati masa pensiun dari dunia politik . Pertanyaannya mengapa warga memiliki semangat yang besar untuk bermigrasi ketimbang memilih berjuang mempertahankan sistem berhalaisme di bumi pertiwi.Bila warga ingin mempertahankan eksistensi berhalaisme di nusantara , apakah logis bila perjuangan dilakukan dari jarak jauh. Apakah di negeri Jahannam terdapat jaringan internet yang terhubung ke bumi pertiwi sehingga warga bisa memantau dinamika politik teraktual.Apa sih manfaat yang bisa diperoleh dari sikap anti otoritarian yang notabene sarat keluhuran, kedamaian dan keadilan.Apakah mungkin kengototan warga untuk bersikap anti otoritarian hanya berdasarkan tendensi pribadi yang penuh amarah dan kebencian berlebihan, lantas ngambek bersembunyi di Jahannam.Mereka berharap dengan sembunyi di Jahannam bisa mengakhiri supremasi otoritarian di bumi pertiwi. Jika itu alasannya, warga berharap terlalu berlebihan. Sebenarnya yang terjadi justru sebaliknya, otoritarian kian jaya. Warga harus menyadari bahwa otoritarian Centra Buwono mustahil bisa dikalahkan meski seluruh warga bersatu melakukan penentangan.Pemerintah Centra Buwono tetap mampu mengelola negara dan mengokohkan supremasi otoritarian dalam pengelolaan negara dengan baik.Hanya saja halu warga yang akut mendorong tumbuhnya kenekatan semacam itu , perilaku yang tidak selaras dengan logika akal sehat. Satu hal yang pasti Otoritaran Centra Buwono akan senantiasa meraih kemenangan hingga semua warga bergendul sirna dari muka bumi.Hanya saja, warga dihimbau untuk terus bersabar menunggu terciptanya stabilitas keamanan, sembari menerima beragam siksaan terbrutal dalam sejarah represi.Kebijakan Pemerintah ini selaras dengan amanat pembukaan UUD kerajaan Centra Buwono yang menyatakan, ‘Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintahan kerajaan Centra Buwono yang memperbudak segenap bangsa dunia dan seluruh tumpah darah bangsa dunia ...Apa yang dinyatakan dalam pembukaan ini mengisyaratkan satu hal bahwa otoritarian Centra Buwono mendorong warga untuk hidup mulia dan merdeka sebagai budak secara sukarela tanpa paksaan. Jika warga belum bersedia diperbudak secara sukarela maka represi harus kian ditingkatkan tanpa batas.Represi merupakan cara ampuh untuk merevolusi mental warga agar bisa berubah menjadi lebih baik . Alasannya, kesadaran otoritarian hanya bisa tumbuh manakala warga berada di bawah tekanan mega dahsyat.Jika warga dibiarkan berkembang liar tanpa kontrol dan tekanan seperti dalam sejarah negara demokrasi niscaya mental budak mustahil bisa tercipta. Kesadaran sebagai budak membutuhkan disiplin dan dedikasi tinggi.Dalam upaya merealisasikan hal tersebut diperlukan niatan baik dari berbagai fihak untuk bersikap kooperatif. Sementara warga yang enggan bersikap kooperatif maka Jahannam adalah wahana paling tepat sebagai tempat pembuangan.Diakui atau tidak, keberadaan warga anti otoritarian membawa dampak serius bagi terciptanya perdamaian dunia.Pidana mati bagi para pembangkang merupakan opsi yang paling tepat. Oleh karena itu Sinuwun Gusti Prabu lebih suka memilih kebijakan kill and run, binasakan dan larikan ke jahannam.Warga dibiarkan, didorong dan diberi stimulus untuk terus bersikap kontra otoritarian agar Pemerintah memiliki alasan yang kuat untuk menjatuhkan pidana buang.Gayung bersambut, para rompi bom sebagai aset negara rupanya menyambut baik kebijakan Pemerintah memigrasikan warga bergendul.Operasi kali ini dilaksanakan secara suka rela oleh bom rompi pintar. Mereka bermufakat membela kepentingan Pemerintah, merelakan diri dipakai sebagai seragam resmi warga bergendul sebelum meledak.Dari fakta ini, warga tidak berhak menyalahkan Sinuwun Gusti Prabu atas semua tragedi ini. Beliau hanya memberi fasilitas dan bantuan berupa bom rompi . Selanjutnya terserah kepada mereka apakah bom rompi digunakan atau tidak.Jika bom rompi dimanfaatkan secara tidak tepat hingga terjadi ledakan maka itu merupakan kesalahan sendiri. Jika diperhatikan semua kebijakan Sinuwun Gusti Prabu selama ini dalam upaya memerangi, memberantas, menghabisi atau membinasakan warga bregendul dilaksanakan setiap hari dalamsecara berkelanjutan tanpa mengenal jeda.Apakah kebijakan ini selaras dengan pernyataan Tuhan dalam kitab suci, ‘keputusan Allah dan Rasul-Nya kepada orang-orang musyrik yang telah melakukan perjanjian (perdamaian) . Maka berjalanlah kalian (kaum musyrik) di muka bumi selama empat bulan, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kalian tidak akan dapat melemahkan Allah, dan sesungguhnya Allah menghinakan orang orang kafirSebagaimana yang pernah dijelaskan sebelumnya bahwa semua ayat dalam kitab suci hanya menjelaskan aneka kebijakan Sinuwun Gusti Prabu Alloh taala era ini bukan era kenabian.Ayat ini menjelaskan perihal keputusan Sinuwun Gusti Prabu Alloh Bopo dan Sinuwun Gusti Prabu Alloh putero sebagai utusan yang menyetujui untuk menciptakan suasana tenang nan damai selama empat bulan pada tahun 2014 silam.Ketika itu di tanah Jawa akan diselenggarakan pilpres 2014. Dalam upaya mensukseskan penyelenggaraan pilpres maka semua pihak yang berkompetisi, baik itu kelompok Jokowi, Prabowo ataupun Sinuwun Gusti Prabu berkewajiban menciptakan suasana tenang nan damai, sesuai perjanjian yang disepakati bersama. Perjanjian damai tersebut efektif berjalan sejak masa tenang kampanye pada tanggal 6 Juli 2014 hingga akhir oktober ketika pelantikan Presiden terpilih telah dilaksanakan.Empat bulan suci yang dilarang berkonflik dalam kitab suci adalah bulan juli, agustus, september dan oktober. Jadi kebijakan Sinuwun Gusti Prabu yang menyiksa, memerangi dan membinasakan warga bergendul , warga musyrik pemuja berhala Jokowi atu berhala Prabowo tidak bertntangan dengan ayat ini.Justru sebaliknya, ayat ini menegaskan tentang ancaman Sinuwun Gusti Prabu yang akan menghinakan para pemuja berhala bila mereka mengingkari perjanjian tersebut.Faktanya, pasca KPU mengumumkan kemenangan mutlak Sinuwun Gusti Prabu dalam pilres 2014, mereka berlomba lomba mengingkari hasil pilpres dengan propaganda hoax bahwa Jokowi sebagai pemenang.Dalam ayat ini Sinuwun Gusti Prabu Alloh Bopo Swt bermaksud berfirman, Syahrul puteraku, katakan kepada warga Jawa, Ini adalah keputusan Allah dan Rasul-Nya kepada orang-orang musyrik yang telah melakukan perjanjian (perdamaian) . Maka berjalanlah kalian (para pemua jokowi dan prabowo) dengan tenang dan damai di muka bumi selama empat bulan sesuai isi perjanjian yang disepakati bersama dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kalian tidak akan dapat melemahkan Sinuwun Gusti Prabu Allah dalam pilpres ini, dan sesungguhnya justru Sinuwun Gusti Prabu Allah yang akan menghinakan wong bergendul , pemuja jokowi dan prabowo sebagai pihak yang kalah.Gimana aksi heroik bom rompi dalam operasi Balita Pawai Pita hari ini,, d seluruh dunia dan pengumuman KPU tentang kemenangan Sinuwun Gusti Prabu Mohammad Syahrul Munir dalam pilres 2014 silam, simak videonya.Sinuwun Gusti Prabu Yesus Kristus Gusti Alloh Putero Maha Raja Kerajaan Centra Buwono
Anda suka dengan artikel ini? Silakan bagi ke Teman Facebook Anda. [BAGI KE FACEBOOK]

Tidak ada komentar: