Was-Was Menghadapi Najis Hukmiyah Buya Yahya Menjawab

Berikut adalah artikel dan video mengenai "Was-Was Menghadapi Najis Hukmiyah Buya Yahya Menjawab". Silakan ditonton videonya agar mendapatkan informasi yang lengkap. Semoga informasi dari blog ini bermanfaat adanya untuk semua pengunjung.



Was-Was Menghadapi Najis Hukmiyah Buya Yahya Menjawab



Judul: Was-Was Menghadapi Najis Hukmiyah Buya Yahya Menjawab
Tanggal:Telah tayang perdana pada 8 Agu 2021
Durasi: 7.03
Like:489
Bit Rate:128 kbps
Hits:12.689 x ditonton


Tonton di Youtube


Komentar:
• السلام عليكم ورحمة الله وبركاته،،،،Sehat walafiyat selalu barokah Buya dan semuwa jamaah panjang umur dalam lindungan Allah SWT aamiin
• Buya semoga panjang umur..ilmu yg diberikan semoga menjadi ladang pahala yg tiada putusnya.. Aamiin ya Allah
• bagaimana caranya biar bisa dijawab langsung oleh buya seperti ini min?apakah harus menghubungi terlebih dahulu?
• Pecinta majlis ilmu berkenan merapat...insya Allah berkah..
• Terima kasih buya,semoga buya beserta keluarga sehat selalu aamiin
(diedit) • Saya terkena was was ,tidak tau najisnya apa karena sudah saangat lama ,mungkin darah ,air kencing ,kotoran cicak,atau kotoran yang lain,saya salah mensucikannya(hanya mengepelnya),dan sekarang sudah jadi najis hukmiah ,bolehkah menggap najis hukmiah tidak menyebar ,dan tapi selanjutnya tetap mengikuti majzab imam syafi i ,apabila selanjutnya menjumpai najis ainiyah saya bersihkan menggunakan mahzap syafi i lagi ,apakah boleh seperti itu,atau harus terus ikut mahzap maliki? Saya sudah mencoba mensucikannya dengan mahzab imam syafii ,namun karena dimarahi ibu saya karena airnya menyebar kemana mana saya berhenti mungkin ada bagian yg blm terkena air lalu semua isi rumah di pel lagi olh ibu saya karena airnya sangat banyak dan saya ragu pel itu tidak suci .mohon penjelasannya ,saya jadi tidak semangat beribadah karena ini
(diedit) • Assalamualaikum buya, saya selalu was2 dalam bertindak dan was2 dalam memahami sesuatu buya, misalnya saya ingin mengakui bahwa saya pernah ngambil barang milik adek,saudara dan teman saya buya, saya ingin mengembalikannya dan mengakuinya buya tapi saya tkut itu termasuk perbuatan membuka aib saya trus kalau saya ga beritahu mereka saya juga takut berdosa dan saya merasa lebih lega kalau saya memberitahu mereka dan saya rasa akan lebih mudah juga saya mengembalikan barangnya tapi saya selalu kepikiran dan bingung buya apakah itu termasuk membuka aib, dan kadang2 dalam hati saya selalu ragu2 mau melakukan hal baik seperti terlintas saya melakukan ini bukan karena allah nanti saya akan masuk neraka dan membuat saya enggan rasanya ingin berbuat baik buya
• Jawaban nya masih berkutat ke Mazhab Syafii, masalah hukmiyah, saya mengerti apa yg di maksud si penanya, sipenanya hanya ingin minta jawaban bahwa hukmiyah tidak boleh menular karena menular ini lah timbul penyakit waswas, dan ada perasaan percuma dan sia² kita bersuci tetapi depan belakang kiri kanan kita tidak memperdulikan masalah najis tsb, dan dari makhluk lain pun juga sangat memberatkan sekali, bertentangan dengan Al Quran, dan hadis masalah hukmiyah dan najis2 tsb di Al Quran Allah SWT berfirman Islam itu mudah, dan di hadis nabi Rasulullah pun bersabda Allah melihat hati, dan tak melihat rupa, hadis kedua Rasulullah pun bersabda, barangsiapa memberatkan beratkan perkara agama maka dia akan terkalahkan, ya ini pendapat Mazhab Syafii terlalu berat dan tidak mendekati kepada dalil rujukan tadi, tetapi pribadi saya sendiri tidak menyalakan pendapat tsb, karena beliau pun Mujtahid yg di pakai di Indonesia, selalu ulama dan ustadz mengatakan bahwa Indonesia itu sendiri umum nya mayoritas bermazhab Syafii, .Dan pertanyaan saya simple oke sepakat saya klw Mayoritas Indonesia mengaku Mazhab Syafii, akan tetapi di bab taharah yg masalah najis hukmiyah ini banyak dan bisa di katakan mayoritas juga mereka tidak tau dan mengerti ada nya najis hukmiyah ini , dan fakta lapangan saya sendiri yg melihat nya tidak satu dua dan tiga tetapi sudah umum ketika ada anak kecil pipis di lantai mereka hanya mengelap air tsb menggunakan kain basah saja ntah itu sekali dua kali mereka usap sampai tidak ada bau dan warna dan Wallahualam rasa nya, itu mereka sudah menyebab kan najis hukmiyah, kita yg mempelajari ini mati lah kita kena waswas disini lah timbul masalah waswas dari bersalaman sama mereka hingga merembet kelain² sampai tidak ada ujung nya, org hanya memakai yg penting bersih, dan mereka tidak mau tau suci atau tdk, saya yakin sekali yg kena waswas pasti paham dengan apa yg saya ketik, dan saya peribadi berusaha melepaskan secara global dari mazhab Syafii di bab taharah tsb, dan mengambil secara keseluruhan 4 Mazhab tsb, karena saya sudah tanyakan kpd ustadz dari Mazhab Syafii bahwa org waswas itu dikenakan hukum darurat,jadi boleh mengambil pendapat yg mudah² saja karena untuk penyembuhan penyakit nya tsb, semoga saudara ku dan saya bisa terlepas dari ujian yg amat berat ini assalamualaikum warahmatullahi wabaraakatuh
• Assalamualaikum buya, jika saat sholat keluar tetes air kencing, kan celana dalam menjadi najis dan basah karena tetesan tersebut, tapi apakah celana luar dan sarung juga ikut najis?
• Buya mau tanya, disaat saya sholat isya ada anak anak yang usianya sekitar 9 tahun, disaat sujud saya dikerjai tai cicak itu ditarus dibawah kaki saya pas saya berdiri mau lanjut rokaat kedua saya nginjak akan tetapi, saat itu saya belum mengira kalau itu tai cicak, taunya sudah selesai sholat saya cek ternyata tai cicak beneran, apakah sholatnya harus diulang buya?
• Barokallah
• Masyaaloh
• Assalamualaikum Buya.Semoga Buya seht sellu allahummasholi ala sayyidina Muhammad.o nanya Buya..aapkh hukumnya seorng yg wudhu dan sholtna dlkukn berulang ulang alasnya ktnya MRSA batal mrsa lupa MRSA TDK sempurna ..apkh itu eas eas jga ..bgaimn mngobtinya ..dan saya mnympaiknya Krn jk sy perhtikn setiap hari slalu begitu wudhu dan sholtna kasian jg sih trimksh wassalm ..mohon jwbn solusinya
• Terima kasih buya
• Assalamualaikum buya maaf saya mau tanya, saya sepertinya kena waswas, saya habis pel bagian luar rumah (teras) di teras itu saya ga lihat ada najis tapi namanya itu luar sering dilalui tikus atau ada kotoran cicaknya kadang di lantai. Saat pel saya sperti liat ada bekas mengering tapi saya tidak tahu itu kencing tikus atau bukan. Lalu selesai saya pel teras saya, ketika saya mau buang air bekas pel nah itu airnya nyiprat dan kena celana saya cipratannya. Apakah celana saya jadi najis? saya stres memikirkannya. Mohon dijawab ya buya
• Bagaimana caranya bisa nlp gini,banyak yang ingin saya tanyakan
• Saya ingin tanya , saya sedang masa haid dan saya mencuci pembalut dengan tangan saya lalu saya memegang gayung untuk mengambil air dibak dan belum mencuci tangan. Apakah itu termasuk najis atau tidak? Saya takutnya ketika saya memegang gayung dalam kondisi tangan saya ada najis dan malah menyebar ke bak air mandi , mohon pencerahannya. Saya agak was was soal itu .
• Mau tanya jika menghukumi najis mengikuti Mazhab Maliki karena niat menghilangkan was was.. apakah jika orang lain jika menginjak najis hukmiyah itu dalam keadaan basah apa tetap memindahkan najis
• Saya sampai menangis nonton vidio ini Karna yg bertanya sama penyakitku
Anda suka dengan artikel ini? Silakan bagi ke Teman Facebook Anda. [BAGI KE FACEBOOK]

Tidak ada komentar: