Malam Puncak Spirit Hijrah Dalam Kemerdekaan Al BahjahTV

Berikut adalah artikel dan video mengenai "Malam Puncak Spirit Hijrah Dalam Kemerdekaan Al BahjahTV". Silakan ditonton videonya agar mendapatkan informasi yang lengkap. Semoga informasi dari blog ini bermanfaat adanya untuk semua pengunjung.



Malam Puncak Spirit Hijrah Dalam Kemerdekaan Al BahjahTV



Judul: Malam Puncak Spirit Hijrah Dalam Kemerdekaan Al BahjahTV
Tanggal:Telah tayang perdana pada 17 Agu 2021
Durasi: 0.30
Like:210
Bit Rate:128 kbps
Hits:4.931 x ditonton


Tonton di Youtube


Komentar:
• Assalamualaikum buya saya dari Medan Siap menyimak
• Kapan lagi tayang buya
• Asalamualaikum buya dari trenggalek siap menyimak """""""""
• Hdr
• Breaking NewsDengan Nama Alloh Eyang Romo Kyai Muhammad Thoha yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Para setan gentayangan piaraanku yang hina, rendah, brengsek, bangsat, busuk, menderita, tersiksa dan terkutukIni video dokumenter perang pedang antara satu calon bini Sinuwun Gusti Prabu versus 100 ribu pasukan teroris yang menyerbu Kedaton Centra Buwono di Lebak Cawene Jombang Jawa Raya.Perang pedang ini terjadi beberapa tahun silam. Ketika itu Sinuwun Gusti Prabu mengambil kebijakan menonaktifkan seluruh pegawai sipil atau militer di seluruh dunia, hanya mempertahankan calon bini sebagai pejabat tinggi militer.Kebijakan penonaktifan atau pemecatan pegawai tersebut dilakukan sejatinya untuk mendorong mereka agar bersedia menjalankan tugas pengabdian selaras standar Centra Buwono.Sayangnya mereka belum mampu menjalankan tugas pengabdian sesuai standar yang diharapkan, sehingga penonaktifan pegawai baik sipil atau militer harus dilakukan.Anehnya, meski mereka telah dipecat namun loyalitas kepada Sinuwun Gusti Prabu tidak berubah, tetap terjaga dengan baik. Buktinya, ketika itu mantan pasukan pro Sinuwun Gusti Prabu tetap berada di sekitar Kedaton Centra Buwono dan melihat jalannya pertempuran secara langsung.Hanya saja mereka tidak berani memberi bantuan dalam pertempuran tersebut hingga mendapat perintah dari Sinuwun Gusti Prabu.Peperangan yang tidak berimbang dalam segi jumlah pasukan ini dimenangkan oleh calon bini tanpa luka. Sementara semua pasukan teroris yang terlibat dalam pertempuran tersebut , semua binasa.Mengapa calon bini cuma sendirian sanggup membantai 100 ribu pasukan teroris terlatih, yang telah digembleng dengan beragam ilmu kesaktian dan kekebalan.Hal itu bisa terjadi karena adanya loyalitas calon bini sebagai pejabat tinggi militer Kerajaan Centra Buwono kepada Sinuwun Gusti Prabu.Dalam doktrin militer Kerajaan Centra Buwono, loyalitas kepada Sinuwun Gusti Prabu menjadi kunci utama kemenangan dalam peperangan. Asal loyal kepada Sinuwun Gusti Prabu niscaya kemenangan gemilang akan diraih.Sementara kecanggihan alutsista, jumlah pasukan , kemampuan , pengalaman dan strategi tempur hanya menjadi faktor sekunder. Jika diilustrasikan kemampuan tempur calon bini dalam pertempuran tersebut seperti tukang ‘tebang tebu’ dengan parang ditangan membabat habis tebu dilandang dengan sangat mudah.Mengapa perang pedang yang tidak berimbang dalam segi jumlah tersebut bisa terjadi, dan mengapa pasukan pro Sinuwun Gusti Prabu tidak ikut berperang.Hal itu terjadi karena memang kehendak Sinuwun Gusti Prabu untuk menunjukkan supremasi kekuasaan Centra Buwono yang tanpa batas.Centra Buwono mampu menciptakan prajurit hebat, mustahil bisa dikalahkan pasukan kontra revolusi meski jumlahnya sangat banyak.Sinuwun Gusti Prabu ingin memberi pertunjukan paling spektakuler kepada seluruh warga dan para teroris sebagai kenang kenangan sebelum datang kebinasaan menjemput.Manfaatnya, ke depan bila calon bini telah menyerah kepada kekuasaan, serta Sinuwun Gusti Prabu telah berkenan menerima mereka sebagai bini, warga akan bisa memiliki rasa hormat dan segan.Warga bisa bergumam dalam hati, ‘ satu bini Sinuwun Gusti Prabu aja memiliki kehebatan luar biasa, apalagi Beliau sebagai Tuhan dan Maha Raja Centra Buwono, niscaya mustahil bisa dibayangkan kedigyaan yang dimiliki .Semua bentuk perlawanan kepada Sinuwun Gusti Prabu merupakan kejahatan terorisme, dalam istilah kitab suci para pelaku disebut sebagai orang kafir.Perlawanan bisa berupa aksi fisik dengan menggunakan kekuatan persenjataan ataupun psikis berupa propaganda media massa.Akar dari kekafiran atau pembangkangan adalah adanya kemusyrikan dalam hati warga. Warga memuja dan menyembah tuhan imaginatif selain Sinuwun Gusti Prabu Maha Raja Kerajaan Centra Buwono.Jika warga mengakui adanya Tuhan yang dikenal sebagai Alloh, God, Yesus Kristus, Elia dll selain Beliau maka pengakuan tersebut merupakan kemusyrikan dalam arti hakiki.Dan kitab suci menegaskan bahwa Tuhan tidak mengampuni dosa warga yang melakukan perbuatan syirik,‘Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.Semua ayat kitab suci hanya berbicara tentang peristiwa yang terjadi di era ini, termasuk ayat ini dan bukan era kenabian.Secara faktual, semua manusia pernah melakukan dosa syirik termasuk para nabi dan utusan silam. Hanya saja dalam perkembangannya ada warga yang berubah meninggalkan perbuatan tersebut dengan memlih beriman dan lebih banyak yang tetap mempertahankan kesyirikan.Misal dalam sejarah kenabian banyak warga yang sebelumnya menjadi pemuja berhala seperti umar bin khotob lantas memilih masuk agama islam.Nabi Isa mati disalib karena dosa yang dilakukan, menyekutukan Tuhan sehingga keluar dari mulutnya ‘ Tuhan, Tuhan mengapa kamu tinggalkan diriku.Andai Nabi Isa tidak melakukan dosa syirik niscaya tragedi berdarah tersebut mustahil bisa terjadi, niscaya Tuhan akan memberi perlindungan, tidak rela bila pemuja setia menjadi korban kekejaman para durjana.Demikian halnya nabi muhammad, sebelum menerima petunjuk, beliau tidak mengenal Tuhan selain sebatas imajinasi yang kebenarannya masih diragukan. Perlu dipahami bahwa Nabi Muhammad seperti manusia biasa, mengalami proses perjalanan kehidupan dari bayi, balita, anak anak, muda, dewasa dan tua.Tiap fase pertumbuhan dari bayi hingga tua mengalami dinamika pertumbuhan kesadaran termasuk kesadaran spiritual, dari tidak mengeri menjadi mengerti, berawal dari musyrik menjadi mengesakan Tuhan.Hanya ulama yang tidak memahami cara Tuhan dalam menciptakan semesta, berani ngawur mengatakan bahwa nabi muhammad telah beriman sejak bayi tanpa pernah melakukan perbuatan syirik.Ayat ini berbicara tentang nasihat Sinuwun Gusti Prabu Alloh Bopo kepada sang putera agar mengingatkan warga Kerajaan Centra Buwono.Sinuwun Gusti Prabu Alloh tidak mengampuni dosa warga yang melakukan perbuatan syirik, memuja dan menganggap Jokowi, Prabowo dan Sby sebagai pemimpin negara.Sinuwun Gusti Prabu Alloh Bopo tidak memberi ‘ampunan dosa dengan mengirim mereka ke Jahannam karena telah melakukan kejahatan terorisme menentang kehadiran Beliau sebagai Tuhan dan Maha Raja semesta.Dalam ayat ini Sinuwun Gusti Prabu Alloh Bopo bermaksud berfirman, ‘Syahrul putraku katakan kepada warga Centra Buwono, Sesungguhnya Sinuwun Gusti Prabu Allah Bopo tidak akan mengampuni dosa syirik yang dilakukan para pemuja Jokowi, Prabowo dan Sby yang melakukan kejahatan terorisme.Dan Dia mengampuni segala dosa selain (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Sinuwun Gusti Prabu Allah Maha Raja Kerajaan Centra Buwono, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.Gimana aksi keren calon bini membantai para teroris yang menyerang Kedaton Centra Buwono, dan aksi para teroris membinasakan dan menghancurkan bom rompi hari ini simak videonya.Sinuwun Gusti Prabu Alloh Putero Maha Raja Kerajaan Centra Buwono
Anda suka dengan artikel ini? Silakan bagi ke Teman Facebook Anda. [BAGI KE FACEBOOK]

Tidak ada komentar: