Bolehkah Pemilik Hutang Menyita Aset? Buya Yahya Menjawab

Berikut adalah artikel dan video mengenai "Bolehkah Pemilik Hutang Menyita Aset? Buya Yahya Menjawab". Silakan ditonton videonya agar mendapatkan informasi yang lengkap. Semoga informasi dari blog ini bermanfaat adanya untuk semua pengunjung.



Bolehkah Pemilik Hutang Menyita Aset? Buya Yahya Menjawab



Judul: Bolehkah Pemilik Hutang Menyita Aset? Buya Yahya Menjawab
Tanggal:23 Jul 2021
Durasi: 8.47
Like:297
Bit Rate:128 kbps
Hits:13.118 x ditonton


Tonton di Youtube


Komentar:
• Semoga umat islam tidak punya hutang. Terutama riba, apalagi pinjol Dan renternir
• selalu jawaban Buya dilihat dari dua sisimakasih Buya
• Mengikhlaskan lebih baik jika yg punya hutang tdk mampu allah akan mmbalasnya lbih bnyak lagi amalan kita
• Assalamualaikum...Bertanya ustad...bank BRI ,mandiri,BCA termasuk yang lain nya bank .bagaimana kalau ada riba nya....Kalau mereka sudah tau ada riba kenapa masih mereka jalankan bank tsb.Syuqroun
• Assalamualaikum Buya klu non-muslim punya hutang k muslim trs g bayar2 hukum d akhirat gimana
• Barokallah
• Kalau mau bertanya pada Buya bagaimana caranya ya? Mohon infonya. Makasih
• Saya juga sedih...sodara pinjam belum jg di bayar...badahal dia punya sawah.luas punya mobil punya montor
• Terkadang yg meminjam itu TDK tau diri contohnya saya sendiri meminjamkan k temen tp duit q GK d balik²in serasa GK ada niatan buat nyicil
• betul sekali buya
• Kalau minjamin uang untuk bayar bank apa boleh..
• Maaf, kalau yg ngutang kabur gimana ustad
• Uwang ku dinjim orang Udah 2tahun GK di bayar gimana ya. Ditagih jawab blm ada Duwet trus
• Kalau gak bisa bayar sita aja gak usah dipeduliin orang lain mah
• Breaking NewsDengan Nama Sinuwun Gusti Prabu Alloh Bopo yang Maha Pengasih lagi Maha PenyayangPara setan gentayangan, piaraanku yang hina, rendah, bangsat, tersiksa nan menderitaIni video dokumenter penenggelaman kota Bangkok 500 meter dibawah permukaan laut pada tahun 2007 berdasarkan kebijakan Sinuwun Gusti Prabu.Pemerintah mengambil kebijakan tersebut dalam rangka menghancurkan kebanggaan warga terhadap negara Thailand.Ibu kota negara merupakan simbol eksistensi suatu negara. Jika Bangkok sebagai ibukota Thailand dihancurkan niscaya kebanggaan warga terhadap negara juga ikut runtuh.Thailand telah hancur akibat serangan ratusan ribu rudal ditambah tenggelamnya kota Bangkok. Lantas logiskah bila Thailand masih dipertahankan eksistensinya sebagai suatu negara.Penenggelaman ini tentu saja membawa korban jiwa yang sangat besar. Semua korban adalah warga ‘durhaka’ yang menolak kehadiran Sinuwun Gusti Prabu sebagai Tuhan dan Maha Raja semesta.Selayaknya warga kian berbahagia dengan fakta yang menimpa Thailand sebagai suatu negara. Kehancuran Thailand membawa perubahan besar ke arah yang lebih baik. Warga Thailand menjadi warga Kerajaan Centra Buwono, kerajaan teragung yang pernah ada dalam sejarah peradaban dunia.Dalam kesempatan yang berbahagia dan sarat optimisme ini Pemerintah Kerajaan Centra Buwono berupaya meningkatkan pemboman yang lebih masip nan dahsyat ketimbang sebelumnya dalam rangka menghancurkan gerakan terorisme di seluruh dunia.Berdasarkan pertimbangan yang matang dari dampak operasi Balita Pawai Pita yang dijalankan selama ini, ternyata belum mampu menimbulkan efek jera.Warga masih bersikap kontra produktif dan sarat sak wasangka kepada Sinuwun Gusti Prabu sebagai Tuhan dan Maha Raja semesta. Amarah lebih dikedepankan ketimbang kesadaran terhadap kebejatan diri. Oleh karena itu sungguh tepat bila Pemerintah berupaya meningkatkan represi kian masip di seluruh dunia.Demikian halnya dengan rompi bom yang menjadi andalan operasi Balita Pawai Pita ditingkatkan daya ledaknya menjadi 1000 kali lipat ketimbang sebelumnya. Daya ledak bom rompi terkini setara dengan 1 milyar daya ledak rudal Toma Hawk. Sungguh daya ledak yang Mega dahsyat hanya untuk membinasakan seorang teroris.Bila ada gerombolan teroris niscaya jumlah bom rompi yang diledakkan sebanyak jumlah teroris yang beraksi.Terkait dengan kebijakan tersebut, Pemerintah Centra Buwono menghimbau warga untuk mawas diri dan berhati hati , jangan sampai menjadi korban bom rompi yang dipakai para teroris.Bom Rompi meledak bisa kapan saja dan dimana saja lima kali sehari. Cukup kuat untuk menciutkan nyali warga.Jika warga bersikap serupa hanya berburuk sangka kepada Sinuwun Gusti Prabu, niscaya sikap Pemerintah akan kian brutal nan kejam.Ledakan besar sangat bermanfaat untuk mengingatkan warga Centra Buwono terhadap ketidakberdayaan dirinya dihadapan Sinuwun Gusti Prabu yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.Dalam hadis diceritakan bahwa Nabi Muhammad bersabda, ‘Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada ituHadis nabi ini harus dipahami dalam perspektif ketuhanan, tidak boleh dipahami dalam perspektif kemanusiaan ataupun kewargaan.Jika hadis ini dipahami dalam perspektif kemanusiaan seperti pandangan nabi, sahabat , ulama dll niscaya akan menimbulkan salah kaprah pemahaman, kesalahan interpretasi yang dianggap sebagai kebenaran seperti yang terbukti dalam sejarah.Mereka memahami hadis ini dengan mengedepankan logika humanis dan mengedepankan ego yang memandang bahwa mereka yang mendengar dan membaca hadis ini sebagai ‘hamba’ yang dimaksud Tuhan dalam firman-nya.Padahal kata hamba dalam hadis ini bermakna tunggal bukan jamak atau makna umum semisal semua orang beriman atau manusia.Secara faktual, di orde Tuhan ini, semua manusia atau warga berprasangka buruk kepada Tuhan semesta sebagai Maha Raja Kerajaan Centra Buwono.Warga enggan menyerah, menghaturkan sembah , sungkem , bakti dan upeti kepada Tuhan bahkan bersikap memusuhi.Dalam sejarah, apakah ada warga sejak nabi Adam hingga Muhammad putera kyai Abdulloh beserta generasi sesudahnya yang pernah menyerah kepada Tuhan dan menghaturkan sembah sungkem, bakti dan upeti.Mereka tidak ada yang mengenal Tuhan, bagaimana mungkin bersedia menyerah kepadaNya.Bahkan Nabi Muhammad yang dianggap sebagai imam para nabi, tidak pernah terbukti bersedia menyerah kepada Tuhan sebagaimana mestinya. Apakah pernah dijumpai Nabi menyerahkan upeti kepada Tuhan.Jawaban yang pasti dari pertanyaan tersebut adalah tidak pernah. Dengan alasan demikian,bisa dipahami bila umat Islam sebagai umat nabi bersikap serupa enggan menyerah kepada Tuhan.Nabi Muhammad enggan menyerah kepada Tuhan karena adanya sak wasangka buruk kepada Tuhan. Demikian halnya sikap para nabi dan utusan sebelumnya juga sama, enggan menyerah. Dalam hadis tersebut dinyatakan bahwa , ‘Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Artinya bahwa hamba yang dimaksud dalam hadis tersebut hanya seorang saja, yakni Sinuwun Gusti Prabu Alloh Putera, yang memiliki persangkaan yang baik nan benar selaras dengan keridhoan Sinuwun Gusti Prabu Alloh Bopo.Ketika Sinuwun Gusti Prabu Alloh Putero mengingat Beliau niscaya Beliau akan mengingatnya. Jika Sinuwun Gusti Prabu Alloh Putero mengingat dan menyebut beliau di suatu kumpulan seperti via media sosial niscaya Beliau akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik Inilah makna hadis yang benar selaras fakta.Gimana proses penenggelaman kota Bangkok, dan aksi bom rompi hari ini, simak videonya.Sinuwun Gusti Prabu Yesus Kristus Maha Raja Kerajaan Centra Buwono
Anda suka dengan artikel ini? Silakan bagi ke Teman Facebook Anda. [BAGI KE FACEBOOK]

Tidak ada komentar: